Arsip | Mushtolahul Hadits RSS for this section

Seputar Hadits Qudsi

Pengertian Hadits Qudsi

Hadits qudsi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Para ulama sepakat bahwa hadits qudsi bukanlah Al Qur’an meskipun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meriwayatkannya langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bentuk Periwayatan Hadits Qudsi

Para perawi hadits qudsi ketika meriwayatkan hadits qudsi, memiliki dua model/bentuk kalimat periwayatan, yaitu :

  • قال رسول الله فيما يرويه عن ربه عز و جلّ

“Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Rabb-nya ‘Azza wa Jalla…”

  • قال الله ثعالى فيما رواه عنه ؤسوله

“Allah Ta’ala berfirman dalam hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah dari-Nya…”

Jumlah Hadits Qudsi

Jumlah hadits qudsi jika dibandingkan dengan hadits Nabi lainnya tidaklah banyak. Baca Lanjutannya…

Mengenal hadits dho’if

Pengertian hadits dho’if

Hadits dho’if adalah hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat hadits hasan. Hadits dho’if ini banyak macamnya dan akan datang penjelasannya insya Allah.

Contoh hadits dho’if

Imam At Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya :

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الحَارِثِ، عَنْ دَرَّاجٍ أَبِي السَّمْحِ، عَنْ أَبِي الهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَتَعَاهَدُ المَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ…» Baca Lanjutannya…

Seputar Hadits Hasan

Pengertian hadits hasan

Hadits hasan adalah hadits yang bersambung sanadnya, yang diriwayatkan oleh rowi-rowi yang adil yang lebih lemah hafalannya dibandingkan rowi lainnya, tidak syadz dan juga tidak ada cacat pada hadits tersebut.[1]

Contoh hadits hasan

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (( أكثروا من شهادة أن لا إله إلا الله قبل أن يحال بينكم و بينها, و لقينو ها موتاكم ))

“Dari Abu Hurairah, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perbanyaklah bersyahadat Laa ilaaha illallahu (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah) sebelum kalian terhalangi darinya. Dan ajarilah syahadat tersebut kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut diantara kalian” [2] Baca Lanjutannya…

Definisi Hadits Dan Syarat Hadits Shahih

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menjaga kemurnian agama Islam ini dengan menjaga kemurnian Al Qur’an maupun sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi yang telah menyampaikan risalah dari langit hingga sampai kepada kita saat ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada keluarganya, shahabatnya, dan yang mengikuti sunnah beliau dengan baik hingga akhir zaman.

Pembaca yang semoga dirahmati Allah, telah kita lalui pembahasan mengenai pentingnya sanad atau isnad dalam agama ini dimana sanad ini yang mengantarkan kita kepada teks hadits yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan pada saat beliau masih hidup. Insya Allah sekarang kita mulai masuk ke pembahasan inti yang berkaitan tentang ilmu mushthalahul hadits. Baca Lanjutannya…

Pentingnya Sanad Dalam Agama

Isnad[1] adalah sebuah kekhususan yang utama yang dimiliki oleh umat Muhammad ini. Dan umat yang lain yang terdahulu tidak memiliki keistimewaan ini karena isnad memiliki nilai yang besar di dalam agama Allah ‘Azza wa Jalla ini. Oleh karena itulah, umat Islam dinamakan sebagai “Ummatul isnad (أمة الاسناد)”.

Pembahasan dalam masalah isnad adalah tiang-tiang pokok yang penting di dalam ilmu hadits dalam rangka tercapainya tujuan utama dan kepentingan yang dicari dalam pembahasan masalah ini, yaitu membedakan mana hadits yang diterima dan mana hadits yang tertolak. Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: