Arsip | Fiqih RSS for this section

Li’an dan Akibat Buruk Perselingkuhan

Sesungguhnya ketika dua insan mengikat sebuah tali pernikahan, maka keduanya telah berjanji agar setia kepada pasangannya di kala senang dan sedih, lapang dan susah hingga akhir hayat. Namun terkadang setan pandai menggelincirkan seseorang sehingga orang tersebut merusak ikatan yang telah ia jalin bersama pasangannya dan melupakan janji setia tersebut. Kemudian mulailah muncul berbagai macam prahara dalam rumah tangganya hingga mencapai suatu level dimana kedua belah pihak sudah tidak mungkin bersatu kembali, bahkan keduanya harus melakukan sumpah di hadapan hakim bahwa pasangannya telah berzina dengan orang lain. Inilah li’an. Baca Lanjutannya…

Iklan

Gerakan Yang Membatalkan Shalat (2)

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga beliau, shahabat beliau, dan semua yang mengikuti cara beragama mereka dengan baik.

Telah kita lalui pembahasan mengenai syarat-syarat gerakan yang dapat membatalkan shalat. Kemudian muncul pertanyaan, jika seseorang melakukan sedikit gerakan di luar gerakan shalat, apakah membatalkan shalatnya? Baca Lanjutannya…

Gerakan Yang Membatalkan Shalat

Terkadang ketika seseorang shalat, ada beberapa hal yang mengganggu kekhusyu’an shalatnya. Misalkan tangannya digigit nyamuk sehingga dia terpaksa menggaruk tangannya, atau handphone nya berdering di tengah shalat sehingga dia memasukkan tangannya ke kantong untuk mematikan handphone[1], dan selainnya. Lantas pertanyaannya, batalkah shalat orang yang melakukan gerakan tambahan di luar gerakan shalat seperti tadi? Baca Lanjutannya…

Ketika Istri Nusyuz

Pengertian nusyuz

Nusyuz adalah kedurhakaan seorang istri terkait kewajibannya kepada suami. Nusyuz bisa saja dalam hal perbuatan atau perkataan.

Contoh nusyuz dalam bentuk perbuatan adalah adanya penentangan istri terhadap perintah suami, menunjukkan wajah cemberut, keluar rumah tanpa izin suami, dan menolak diajak bercumbu  oleh suami.

Contoh nusyuz dalam bentuk perkataan adalah mencaci suami, berkata kasar, sumpah serapah, dan lain-lain. Baca Lanjutannya…

7 Jenis Pandangan Kepada Lawan Jenis

Pandangan seorang lelaki kepada wanita ada tujuh macam :

  1. 1. Memandang  wanita ajnabiyyah (non mahram) tanpa kebutuhan

Hukumnya haram. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” (QS. An Nuur : 30) Baca Lanjutannya…

Hukum Menikahi Budak Perempuan

Al Qadhi Abu Syuja’ Ahmad bin Al Husain bin Ahmad Al Ashfahany rahimahullah mengatakan :

النكاح مستحب لمن يحتاج إليه ويجوز للحر أن يجمع بين أربع حرائر وللعبد بين اثنين ولا ينكح الحر أمة إلا بشرطين عدم صداق الحرة وخوف العنت

“Menikah hukumnya dianjurkan bagi orang yang berkeinginan untuk menikah[1]. Seorang laki-laki merdeka boleh menikahi empat orang perempuan merdeka. Dan seorang budak laki-laki boleh menikahi dua orang perempuan. Seorang laki-laki yang merdeka tidak boleh menikahi budak kecuali dengan dua syarat : tidak mampu memberi mahar untuk wanita merdeka dan takut terjatuh kepada zina” Baca Lanjutannya…

Variasi Hukum Nikah

                Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang telah menciptakan pasangan-pasangan untuk manusia agar mereka merasa tentram dengannya sebagaimana dalam firman-Nya :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Ruum : 21)

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah mendorong umatnya agar menikah agar kehormatan mereka terjaga, dan juga kepada keluarga beliau, shahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Baca Lanjutannya…

Wasiat Orang Yang Hendak Meninggal

Diperbolehkan memberikan wasiat[1] dengan harta yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui[2], dengan harta yang sudah ada maupun belum ada[3].

Total jumlah harta yang dapat dijadikan wasiat adalah sepertiga total hartanya[4]. Baca Lanjutannya…

Tinjauan Fiqih Barang Titipan (Al Wadi’ah)[1]

Barang titipan adalah sebuah amanah. Hukum menerima barang titipan adalah mustahab (dianjurkan) bagi orang yang amanah dan mampu untuk menjaganya[2] jika ada orang lain yang bisa dititipkan. Tetapi, jika tidak ada orang lain yang bisa dititipkan kecuali dirinya, maka wajib menerimanya. Baca Lanjutannya…

Masalah Anak Hilang (Al Laqith)[1]

Jika ditemukan anak hilang di tengah jalan, maka mengambilnya[2], mendidiknya, dan menjaganya hukumnya adalah fardhu kifayah[3]. Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: