Arsip | Adab dan Akhlak RSS for this section

Nasihat Imam Syafi’i Kepada Para Pemuda

Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’I rahimahullahu Ta’ala memberikan nasihat yang sangat indah untuk saya, anda, dan semua pemuda muslim seluruhnya dalam salah satu sya’ir beliau : Baca Lanjutannya…

Iklan

Jangan Bersedih, Jangan Berputus Asa Dari Rahmat-Nya…

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang di tangan-Nya segala perkara. Dia-lah yang membuat manusia tertawa dan menangis. Dan Dia-lah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, manusia terbaik yang telah menghadapi berbagai macam ujian yang menyedihkan hati dengan penuh kesabaran dan keimanan kepada Rabb semesta alam, dan juga kepada keluarga beliau, shahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari kiamat.

Na’am –saudaraku seiman yang semoga dirahmati Allah-, memang sebuah hal yang sudah diketahui bahwa manusia akan terus merasakan dua hal dalam hidupnya, kesedihan maupun kegembiraan. Kedua kondisi ini senantiasa menyertai seorang manusia mulai dari kecil hingga ajal menjemputnya. Akan tetapi, seorang muslim adalah seorang yang memiliki prinsip dan keyakinan teguh bahwasanya segala perkara ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah prinsip seorang muslim yang harus tertanam dalam dada-dada mereka. Baca Lanjutannya…

Cara Belajar Para Ulama (Edisi 3 : Tips Menghafal)

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, dan juga keluarganya, shahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Berikut ini saya ringkaskan tips-tips untuk menghafal dari salah seorang ulama kita masa ini, Asy Syaikh Abdul Aziz As Sadhan hafizhahullah yang beliau bawakan dalam kitab ringkas beliau “Yaa Thaalibal ‘Ilmi, Kaifa Tahfazh? Kaifa Taqra’? kaifa Tafham?” agar cepat menghafal dan hafalan kita kokoh dan tahan lama. Baca Lanjutannya…

Cara Belajar Para Ulama (Edisi 2)

Saudaraku para penuntut ilmu yang semoga senantiasa dirahmati Allah dimanapun kita berada, masih dalam pembahasan hal-hal yang harus dilakukan penuntut ilmu. Hal berikutnya yang harus dilakukan oleh penuntut ilmu adalah :

  • Mengulang-ngulang ilmu yang sudah didapat baik hafalan, pemahaman, maupun bacaan

Mengulang pelajaran adalah sebab bertambahnya kekuatan hafalan di pikiran kita. Maka jika engkau mendapat suatu faidah ilmu, maka mengulang apa yang engkau dapatkan adalah sebab kuatnya dan tetapnya ilmu tersebut di pikiran kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا قام صاحب القرآن فقرأه بالليل والنهار ذكره، وإن لم يقم به نسيه

“Jika seorang penghafal Al Qur’an shalat di malam dan siang hari dan membaca apa yang ia hafal, maka ia akan mengingatnya. Jika tidak, maka ia akan melupakannya” (Lihat Silsilah Ash Shahihah no. 597, Maktabah Syamilah) Baca Lanjutannya…

Cara Belajar Para Ulama (Edisi 1)

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada manusia yang paling tahu tentang Rabbul ‘alamin, Nabi kita Muhammad, dan juga kepada keluarga beliau, shahabat beliau, dan yang mengikuti jalan mereka dengan baik hingga hari akhir.

Hampir semua kita sudah tahu tentang kewajiban dan keutamaan  menuntut ilmu agama ini. Jadi hal ini tidak perlu lagi dibahas di sini. Tapi, mungkin ada yang masih bingung bagaimana cara belajar yang benar sehingga kita bisa mengambil faidah yang banyak dari apa yang kita pelajari? Saya pun termasuk golongan tersebut. Hingga suatu ketika saya melihat seorang tholib yang membawa kitab tipis berjudul “Yaa Thalibal ‘Ilmi, Kaifa Tahfazhu? Kaifa Taqra-u? Kaifa Tafhamu?karya Syaikh Abdul Aziz As Sadhan hafizhahullah. Baca Lanjutannya…

Larangan Mencela Waktu dan Berkata “Haram Bagimu Berbuat Ini!”

Kaum muslimin yang semoga dirahmat Allah, ketahuilah, diantara hal yang dilarang dalam Islam adalah mencela waktu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عز و جل : يؤذيني ابَنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ بِيَدِي الأمر أقلب اللَّيْل وَالنَّهَار

“Allah berfirman : “Anak Adam menyakiti-Ku dengan mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, di tangan-Ku lah waktu dan Aku bolak-balikkan siang dan malam” [HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Malik]

Dalam riwayat Imam Ahmad :

لَا تَسُبُّوا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ أَنَا الدَّهْرُ الْأَيَّامُ وَاللَّيَالِي لِي أُجَدِّدُهَا وَأُبْلِيهَا وَآتِي و أبليها بِمُلُوكٍ بَعْدَ مُلُوكٍ

“Janganlah kalian mencela waktu, karena sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman; ‘Aku adalah (pengatur) waktu, siang dan malam adalah milik-Ku, Aku perbaharui dan Aku pergilirkan, dan Aku datangkan para raja setelah para raja.” [HR. Ahmad. Ibnu Hajar berkata “sanadnya shahih” (Fathul Bari, 10/581)] Baca Lanjutannya…

Jika Engkau Mengaku Salafy, Mana Akhlakmu?!

Pada suatu rekaman kajian yang dibawakan oleh Ustadz Zaenal Abidin hafizhahullah, ada seorang akhwat yang “curhat” kepada ustadz. Ia menuturkan bahwasanya dirinya baru mengenal manhaj salaf dan ia belum mengenakan jilbab lebar atau sejenisnya (saya lupa), yang jelas tidak serapat akhowat yang sudah lama mengaji. Ketika di pengajian, tidak ada akhowat yang memberi salam kepadanya dikarenakan penampilannya yang belum serapat akhowat yang lama ngaji. Ia bercerita kepada ustadz bahwa dirinya sedih mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan seperti itu. Ternyata akhlaq orang-orang yang mengaku salafy tidak seindah yang ia harapkan. Dan banyak lagi kisah-kisah serupa yang saya tahu. Ustadz Abu Zubair Hawaary hafizhahullah menulis suatu nasehat yang sangat indah kepada kita bahwa kita semua harus memiliki akhlaq seperti akhlaq salafush shalih. Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: