Gerakan Yang Membatalkan Shalat (2)

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga beliau, shahabat beliau, dan semua yang mengikuti cara beragama mereka dengan baik.

Telah kita lalui pembahasan mengenai syarat-syarat gerakan yang dapat membatalkan shalat. Kemudian muncul pertanyaan, jika seseorang melakukan sedikit gerakan di luar gerakan shalat, apakah membatalkan shalatnya?

Jawabannya: Tidak, shalatnya tetap sah.

Lalu, apakah harus sujud sahwi?

Jawabannya : Tidak perlu.

Contoh :

  1. Menggendong bayi/anak kecil ketika shalat

Dalilnya adalah hadits dalam Shahih Muslim dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu :

 

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِأَبِي الْعَاصِ بْنِ الرَّبِيعِ، فَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا وَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا

”Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggendong Umamah binti Zainab binti Rasululillah shallallahu ‘alaihi wa sallam, suami Abul ‘Ash bin Rabi’, ketika sedang shalat. Jika beliau berdiri, beliau menggendong Umamah. Jika beliau sujud, beliau meletakkan Umamah di dekat beliau” [1]

  1. Membukakan pintu yang dekat

Jika seseorang sedang shalat, kemudian ada yang mengetuk pintu rumahnya, maka tidak mengapa bergerak ke depan atau ke belakang, ke kanan atau ke kiri selama ia tetap menghadap kiblat untuk membukakan pintu.

Dalilnya adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata :

جِئْتُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي البَيْتِ، وَالبَابُ عَلَيْهِ مُغْلَقٌ، فَمَشَى حَتَّى فَتَحَ لِي، ثُمَّ رَجَعَ إِلَى مَكَانِهِ» ، وَوَصَفَتِ البَابَ فِي القِبْلَةِ

“Aku datang sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang shalat di dalam rumah, sedangkan pintu dalam keadaan terkunci. Kemudian beliau berjalan lalu membukakan pintu untukku. Lalu beliau kembali ke tempat shalat beliau”. ‘Aisyah menggambarkan bahwa pintu berada di arah kiblat (HR. Tirmidzi, beliau berkata : “Hadits hasan gharib”)[2]

  1. Naik dan turun dari mimbar

Dalilnya adalah kisah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dibuatkan untuk beliau mimbar, kemudian beliau shalat di atasnya. Beliau naik ke atas mimbar ketika berdiri dan ruku’, dan turun dari mimbar ketika sujud.

Dan dalam hadits Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا وَلِتَعَلَّمُوا صَلاَتِي

“Sesungguhnya aku melakukan hal ini agar kalian mengikuti dan mempelajari shalatku”[3]

Dan selain contoh di atas yang termasuk gerakan yang tidak membatalkan shalat.

Batas gerakan yang membatalkan shalat

Sebagian ulama membatasi gerakan di luar shalat yang boleh dilakukan maksimal 3 kali. Ini pendapat Ibnu ‘Aqil rahimahullah sebagaimana di dalam Al Inshaf (2/98). Maka jika seseorang menggaruk tubuhnya yang gatal lebih dari 3 kali, shalatnya batal.

Tetapi ini pendapat yang lemah karena tidak ada dalil tegas yang mendukungnya. Oleh karena itu, patokan hal tersebut adalah ‘urf (kebiasaan setempat).

Imam Al Mardawy berkata : “Batas gerakan yang banyak dalam shalat adalah selama orang yang melihatnya tidak menyangka bahwa dia sedang tidak shalat” (Al Inshaf, 2/98)

Maksudnya, jika seseorang melakukan gerakan di luar gerakan shalat, kemudian orang yang melihat dirinya masih menganggap bahwa ia masih mengerjakan shalat, maka dia tidak terhitung sudah banyak bergerak dan shalatnya sah.

Inilah pendapat yang lebih mendekati kebenaran.

Wallahu a’lam.

(Disarikan dari Sujudus Sahwi fii Dhouis Sunnah Al Muthahharah karya Dr. ‘Abdullah Ath Thayyar, hal. 24-26, cet. Madarul Wathon denga tambahan)


[1] HR. Muslim no. 543

[2] HR. Tirmidzi no. 601. Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Tirmidzi (I/186) no. 491

[3] HR. Bukhari no. 917 bab al khutbah ‘alal minbar

Tag:

2 responses to “Gerakan Yang Membatalkan Shalat (2)”

  1. edi says :

    teroris ya teroris…. biasa aja laah seperti orang islam di indonesia. masa orang ga punya jenggot dipaksa paksain berjenggot, berlebihan tuuuh. masa celana di gantung gantung kaya kebanjiran tuuuh. biasa aja laah seperti islamnya orang NU.

    • Abu Ishaq Al 'Ashri says :

      Mas edi saya kira mau komentar tentang tulisan di atas, ternyata… Baik mas edi -hadaaniyallahu wa iyyak- :

      “teroris ya teroris…biasa aja laah seperti orang islam di indonesia. ”
      ->Dalam Shahih Bukhari,ada hadits yang menjelaskan ciri fisik Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam :
      “Bahwasanya badan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, dadanya bidang, jenggotnya lebat, rambutnya sampai ke daun telinga, saya (Shahabat) pernah melihatnya berpakaian merah, dan saya tidak pernah melihat yang lebih indah dari padanya”

      Nah lho? Kalau menurut mas edi yang jenggotan adalah teroris, berarti siapa bos terorisnya menurut mas edi?? Siapa yang ngajari laki-laki jenggotan?? Siapa hayo??

      “masa orang ga punya jenggot dipaksa paksain berjenggot, berlebihan tuuuh.”
      ->Iya mas betul berlebihan, kok nggak jenggotan disuruh tumbuhin jenggot, berlebihan itu mas… Padahal kan Nabi cuma nyuruh jangan mencukur jenggot, bukan menyuruh numbuhin jenggot…Saya saja jenggotnya nggak panjang lho, he

      “masa celana di gantung gantung kaya kebanjiran tuuuh”
      -> “Maa asfalaa minal ka’bain, fa fin naar ; Apa saja yang dibawah mata kaki, tempatnya di neraka” (HR. Bukhari, ada di Riyadhus Shalihin karya ulama terkenal madzhab Syafi’i. Imam An Nawawi Asy Syafi’i rahimahullah)

      “biasa aja laah seperti islamnya orang NU”
      ->Mari kita jadi Islam yang moderat, yang tidak meremehkan ajaran agama tapi tidak juga ekstrem, Islam pertengahan yang diajarkan Rasulullah, bukan golongan tertentu buatan manusia yang bisa salah dan benar

      Akhir kata, semoga Allah memberi petunjuk kita kepada Islam sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah dan para shahabat beliau. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: