Mengenal hadits dho’if

Pengertian hadits dho’if

Hadits dho’if adalah hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat hadits hasan. Hadits dho’if ini banyak macamnya dan akan datang penjelasannya insya Allah.

Contoh hadits dho’if

Imam At Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya :

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الحَارِثِ، عَنْ دَرَّاجٍ أَبِي السَّمْحِ، عَنْ أَبِي الهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَتَعَاهَدُ المَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ…»

“Ibnu ‘Umar menceritakan kepada kami, beliau berkata : telah menceritakan kami ‘Abdullah bin Wahb, dari ‘Amr Ibnil Harits, dari Darraj Abu As Samhi, dari Abul Haitsam, dari Abu Sa’id Al Khudry, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika kalian melihat seseorang yang selalu memakmurkan masjid, maka persaksikanlah bahwa dia orang yang beriman…”

Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi (no. 2617), Ibnu Majah (802), Ad Darimi (1/278), Ahmad (3/76), Ibnu Khuzaimah (1502), dan selain mereka dari shahabat Abu Sa’id Al Khudry radhiyallahu ‘anhu.

Perhatikanlah sanadnya, di dalamnya ada rawi yang bernama Darraj bin Sam’an Abu As Samhi[1].

Imam Adz Dzahabi berkomentar tentangnya : “Darraj banyak meriwayatkan hadits munkar”[2]

Imam Ahmad dan selain beliau berkata : “Hadits-haditsnya (yakni Darraj-pen) adalah hadits munkar”[3]

Ibnu Hajar dalam At Taqrib (no. 1824) mengatakan : “(Darraj) adalah perowi shoduq. Tetapi dalam riwayatnya dari Abul Haitsam ada kelemahan”

Maka Syaikh Ali Hasan hafizhahullah pun menyimpulkan : “Hadits ini termasuk hadits dho’if”

(Disarikan dari At Ta’liqaat Al Atsariyyah ‘alal Manzhumah Al Baiquniyyah karya Syaikh Ali Al Halabi hal. 23-24, Daar Ibnul Jauzy)

Wallahu Ta’ala a’lam bish showab.


[1] Lihat biografinya di Tahdzibut Tahdzib (3/208) dan Al Mizan (2/24)

[2] Sebagaimana dalam Talkhisul Mustadrak (1/ 212). Beliau mengatakan hal tersebut setelah Al Hakim menilai shahih riwayat tersebut. Lihat : Mukhtasharul Istidrak Adz Dzahabi ‘alal Hakim (1/197-199) karya Al Hafizh Ibnul Mulaqqin beserta ta’liqnya

[3] Al Mughni fid Dhu’afa (1/223)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: