Wasiat Orang Yang Hendak Meninggal

Diperbolehkan memberikan wasiat[1] dengan harta yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui[2], dengan harta yang sudah ada maupun belum ada[3].

Total jumlah harta yang dapat dijadikan wasiat adalah sepertiga total hartanya[4].

Jika jumlah wasiatnya lebih dari 1/3 total hartanya, maka tergantung kerelaan ahli warisnya. Jika ahli warisnya setuju, maka boleh lebih dari 1/3 harta.

Wasiat tidak boleh ditujukan hanya untuk satu ahli waris saja kecuali ahli waris lainnya merelakan haknya.

Wasiat sah bagi setiap orang yang baligh dan berakal yang memiliki benda yang mungkin untuk dimiliki dan digunakan di jalan Allah Ta’ala.[5]

Syarat orang yang berhak mendapat harta wasiat :

  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Merdeka
  5. Amanah

(Disarikan dari Matnul Ghayah wat Taqrib fil Fiqhi Asy Syafi’I karya Al Qadhi Abu Syuja’ Al Ashfahani rahimahullah hal. 206-208. Ta’liq : Majid Al Hamawy. Cet. Daar  Ibnu Hazm)


[1] Wasiat yang dimaksud di sini adalah wasiat yang berkaitan dengan harta calon mayit tersebut. Yakni menyedekahkan harta miliknya ke orang lain dan akan diberikan ke orang yang diwasiati tersebut setelah dirinya meninggal. Hukumnya sunnah muakkad. Dasar hukumnya sebelum ijma’ ulama adalah firman Allah Ta’ala

فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ

“maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya” (QS. An Nisaa : 12)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُرِيدُ أَنْ يُوصِي فِيهِ، يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ (و في رواية : ثَلَاثَ لَيَالٍ) إِلَّا وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ

“Tidaklah layak bagi seorang muslim yang ingin memberikan wasiat sehingga berlalulah dua malam (dalam riwayat lain : tiga malam) kecuali ia tulis wasiatnya” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan An Nasa’i)

[2] Semisal : “Aku wasiatkan untuk zaid barang-barangku yang sedang dikirim ke sini”

[3] Belum diketahui misalnya : “Kalau pohon itu berbuah sepeninggalku, maka buahnya untukmu”

[4] Peringatan : 1/3 harta yang dijadikan  wasiat adalah 1/3 sisa harta setelah hutang-hutangnya dilunasi. Jika dia bersedekah ataupun wakaf atau membayar hutang yang dilakukan di saat sakitnya yang berujung pada kematiannya, maka hal itu teranggap jatah harta yang bisa diwasiatkan, yakni 1/3.

Faidah : berkaitan dengan harta waris, ada 5 hak yang harus ditunaikan secara urut :

  1. Hak yang berkaitan dengan harta waris itu sendiri semisal zakat.

Dalam permasalahan ini ada perincian :

  • Jika mayit belum bayar zakat karena bermudah-mudah dan menunda-nunda, maka ahli warisnya membayarkan zakatnya
  • Jika dia belum bayar karena tidak mau dan ia tetap berkeyakinan zakat itu wajib, maka ahli waris tidak perlu membayar zakatnya (faidah tambahan dari Ustadz Aris Munandar)
  1. Biaya perawatan jenazah
  2. Pelunasan hutang baik hutang kepada Allah semisal kafarah atau nadzar maupun hutang kepada manusia
  3. Wasiat
  4. Sisanya adalah harta warisan

Faidah : dianjurkan bagi orang yang ingin berwasiat agar tidak berwasiat lebih dari 1/3 hartanya. Yang lebih baik adalah kurang dari 1/3 hartanya.

[5] Jika kalimat wasiatnya dimutlakkan semisal : “Aku wasiatkan hartaku ini di jalan kebaikan”, maka harta wasiatnya tersebut digunakan untuk berperang

Peringatan : wasiat tidak sah jika ditujukan untuk maksiat atau sesuatu yang makruh.

Faidah : disyaratkan ketika berwasiat untuk mengucapkan lafazh yang menunjukkan bahwa dia ingin berwasiat semisal : “Aku wasiatkan…” dan seterusnya.

Tag:

2 responses to “Wasiat Orang Yang Hendak Meninggal”

  1. didik says :

    Senang sekali melihat blog antum,
    Tetap semangat dalam menulis dan mengumpulkan faedah akh iman, karena salah satu cara mengokohkan ilmu adalah dengan menulis apa yang sudah diketahui.
    با رك الله فيك

    • ibnuabizakarya says :

      Betul ustadz, ana cuma menulis ulang untuk muroja’ah. Mudah-mudahan lebih menguatkan hafalan
      و فيك بارك الله

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: