Seputar Hadits Hasan

Pengertian hadits hasan

Hadits hasan adalah hadits yang bersambung sanadnya, yang diriwayatkan oleh rowi-rowi yang adil yang lebih lemah hafalannya dibandingkan rowi lainnya, tidak syadz dan juga tidak ada cacat pada hadits tersebut.[1]

Contoh hadits hasan

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (( أكثروا من شهادة أن لا إله إلا الله قبل أن يحال بينكم و بينها, و لقينو ها موتاكم ))

“Dari Abu Hurairah, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perbanyaklah bersyahadat Laa ilaaha illallahu (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah) sebelum kalian terhalangi darinya. Dan ajarilah syahadat tersebut kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut diantara kalian” [2]

Hadits ini derajatnya hasan karena di sanadnya ada rowi yang bernama Dhimam bin  Isma’il.

Al Hafizh Adz Dzahabi rahimahullah berkomentar tentang dirinya : “Shalihul hadits[3], sebagian ulama melemahkan dirinya tanpa hujjah”[4]

Abu Zur’ah Al ‘Iroqy rahimahullah dalam kitab Dzailul Kaasyif  (hal 144)menukil komentar Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah terhadap Dhimam bin Isma’il : “Shalihul hadits”. Dan juga komentar Abu Hatim rahimahullah : “Jujur dan ahli ibadah”. Dan juga komentar An Nasa’I rahimahullah : “Laa ba’sa bihi”.

Al Hafizh Ibnu Hajar berkomentar tentangnya : “Jujur tapi terkadang salah (hafalannya)”[5]

Maka hadits seperti ini minimal berderajat hasan.

(Disarikan dari At Ta’liqaat Al Atsariyyah ‘alal Manzhumah Al Baiquniyyah karya Syaikh Ali Hasan Al Halabi hafizhahullah hal. 22-23, cet. Daar Ibnul Jauzy)

Seputar hadits hasan :

  • Hukum hadits hasan

Hadits hasan dalam hal statusnya sebagai hujjah sama seperti hadits shahih, yakni sama-sama bisa dipakai sebagai hujjah, meskipun kekuatannya lebih lemah daripada hadits shahih. Oleh karena itu, seluruh fuqoha berhujjah dengan hadits hasan dan beramal dengannya. Mayoritas para ahli hadits dan ulama ushuliyyun juga berhujjah dengan hadits hasan.

  • Maksud perkataan Imam At Tirmidzi rahimahullah : “Hadits hasan shahih

Terkadang kita dapati Imam Tirmidzi mengomentari status hadits yang beliau bawakan dengan mengatakan : “Hadits hasan shahih” semisal hadits arba’in no. 19. Sebenarnya, hadits hasan tidaklah menyamai derajat hadits shahih. Maksud perkataan beliau tersebut telah dijelaskan oleh banyak ulama. Penjelasan terbaik adalah penjelasan Al Hafizh Ibnu Hajar dan disetujui oleh As Suyuthi. Ringkasnya, maksud ucapan Imam Tirmidzi hadits hasan shahih adalah :

  1. Jika haditsnya memiliki dua jalur periwayatan atau lebih, maka maksudnya adalah salah satu sanadnya berderajat hasan dan sanad lainnya berderajat shahih.
  2. Jika haditsnya hanya punya satu jalur periwayatan, maka maksudnya adalah dinilai hasan oleh sebagian ulama dan dinilai shahih oleh ulama lainnya. Seakan-akan beliau mengisyaratkan adanya perselisihan para ulama dalam menilai hadits ini, atau seakan-akan beliau ‘bingung’ apakah berderajat hasan atau shahih sehingga tidak menegaskannya.

(Disarikan dari Taisir Mushtholahil Hadits karya Dr. Mahmud Thohhan hal. 61, cet. Maktabah Al Ma’arif)


[1] Tambahan : ini adalah definisi yang diberikan oleh Ibnu Hajar Al ‘Asqalany. Dr. Mahmud Ath Thahhan mengatakan : “Seakan-akan hadits hasan menurut Ibnu Hajar adalah hadits shahih yang tingkat hafalan perowinya lebih lemah” (Taisir Mushtolahil Hadits hal. 58)

[2] Syaikh Ali Al Halabi hafizhahullah mengatakan : “Diriwayatkan oleh Abu Ya’la (6147), Al Khotib dalam Tarikh-nya (3/38), Hamzah Al Kinani dalam Juz-ul Bithoqoh (no. 7), dan Ar Rafi’I dalam Tarikh Qazwain (4/74) dari dua jalur, yakni jalur Dhimam bin Isma’il dan jalur Musa bin Wardan, dari Abu Hurairah” (hal. 22 footnote no. 3)

[3] Shalihul hadits berarti masih di bawah tsiqoh

[4] Mizaanul I’tidaal (2/329)

[5] Taqribut Tahdzib (1/374)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: