Cara Belajar Para Ulama (Edisi 2)

Saudaraku para penuntut ilmu yang semoga senantiasa dirahmati Allah dimanapun kita berada, masih dalam pembahasan hal-hal yang harus dilakukan penuntut ilmu. Hal berikutnya yang harus dilakukan oleh penuntut ilmu adalah :

  • Mengulang-ngulang ilmu yang sudah didapat baik hafalan, pemahaman, maupun bacaan

Mengulang pelajaran adalah sebab bertambahnya kekuatan hafalan di pikiran kita. Maka jika engkau mendapat suatu faidah ilmu, maka mengulang apa yang engkau dapatkan adalah sebab kuatnya dan tetapnya ilmu tersebut di pikiran kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا قام صاحب القرآن فقرأه بالليل والنهار ذكره، وإن لم يقم به نسيه

“Jika seorang penghafal Al Qur’an shalat di malam dan siang hari dan membaca apa yang ia hafal, maka ia akan mengingatnya. Jika tidak, maka ia akan melupakannya” (Lihat Silsilah Ash Shahihah no. 597, Maktabah Syamilah)

  • Menyebarkan ilmu

Jika engkau mendapatkan sebuah faidah ilmu, kemudian engkau menyebarkan ilmu tersebut kepada orang lain, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, mengokohkan ilmu, dan memberikan manfaat pada manusia, maka engkau akan mendapatkan manfaat yang sangat besar, diantaranya :

  • Menyebarkan ilmu
  • Meluaskan manfaat ilmu
  • Mengalirnya pahala padamu, bahkan setiap orang yang mengambil faidah atau yang engkau sampaikan ilmu padanya, semasa hidupmu dan sesudah matimu, maka engkau akan mendapatkan balasan semisal dengan balasan orang yang mengambil faidah ilmu dari dirimu jika ia mengamalkannya, dan tidak mengurangi sedikitpun balasan orang yang mengamalkannya
  • Banyak bersyukur dan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala jika ilmumu bertambah

Setiap kali Allah ‘Azza wa Jalla memberikanmu tambahan ilmu dan karunia, maka perbanyaklah bersyukur memuji-Nya, karena bersyukur adalah sebab bertambahnya ilmu. Allah berfirman,

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Jika kalian bersyukur, pasti akan Kutambahkan (nikmat-Ku) pada kalian” (QS. Ibrahim : 7)

  • Waspada dari menantikan kedudukan “mufti”

Hal ini termasuk penghalang terbesar bagi penuntut ilmu. Maka janganlah engkau menunggu “kapankah aku akan menduduki kursi “mufti” yang menjadi tempat bertanyanya manusia?” Tidak diragukan lagi pada orang yang demikian ada sesuatu yang salah dalam niatnya. Fal hadzar wal hadzar! Waspadalah… waspadalah! Akan tetapi, menuntut ilmu –setelah karunia dari Allah Ta’ala– akan memimpinmu mendapatkan kebaikan yang banyak dan mencegah dari banyak keburukan.

  • Mengembalikan faidah pada pemiliknya

Jika kita mendapatkan suatu faidah ilmu dari seseorang, maka hendaknya kita katakana : “Saya dapatkan faidah ini dari si fulan”. Ahlul ilmi mengatakan :

“Diantara sebab berkahnya ilmu adalah dengan mengembalikan faidah kepada pemiliknya”

Kebanyakan, sebagian manusia berat untuk mengembalikan faidah pada pemiliknya, terlebih lagi jika yang memberikan faidah tersebut adalah temannya sendiri. Tidak diragukan lagi hal ini termasuk tipu daya setan.

  • Memetik faidah dari para ustadz atau masyayikh dan tidak meremehkan pelajaran mereka

Hal ini termasuk pokok-pokok untuk meraih ilmu. Istifadah (mengambil faidah) dari para ulama tidak hanya terbatas pada ilmu mereka saja, tetapi ambillah mulianya akhlak-akhlak mereka dan bagusnya adab-adab mereka.

  • Banyak membaca Al Qur’an Al Karim

Hal ini banyak diacuhkan oleh penuntut ilmu. Dan pada hakikatnya, banyak membaca Al Qur’an –terlebih lagi membaca Al Qur’an adalah sebuah ibadah dan bisa menambah rasa cinta dan rasa takut kepada Allah Ta’ala– akan menambahkan pemahaman dalam menuntut ilmu.

Imam Ibrahim Al Maqdisi memberikan wasiat kepada muridnya, Abbas ‘alaihima rahmatullahi Ta’ala :

Perbanyaklah membaca Al Qur’an dan janganlah meninggalkannya. Sesungguhnya Al Qur’an akan membuat mudah apa yang engkau cari (dari ilmu) sebanding dengan kadar engkau membacanya”

Lalu Abbas berkata,

Aku melihat hal tersebut memberikanku manfaat yang banyak. Jika aku banyak membacanya, maka mendengar dan menulis hadits akan menjadi mudah bagiku. Jika aku tidak membacanya, maka hal tersebut tidaklah mudah bagiku” (dinukil secara makna)

Maka berjuanglah wahai penuntut ilmu untuk membaca Al Qur’an sesuai kesanggupanmu, karena hal itu akan menambahkan semangat dan kuatnya keinginan untuk meraih ilmu, menambah rasa cinta untuk membacanya, dan mendapatkan pahala.

Bersambung insya Allah

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: