Cara Belajar Para Ulama (Edisi 1)

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada manusia yang paling tahu tentang Rabbul ‘alamin, Nabi kita Muhammad, dan juga kepada keluarga beliau, shahabat beliau, dan yang mengikuti jalan mereka dengan baik hingga hari akhir.

Hampir semua kita sudah tahu tentang kewajiban dan keutamaan  menuntut ilmu agama ini. Jadi hal ini tidak perlu lagi dibahas di sini. Tapi, mungkin ada yang masih bingung bagaimana cara belajar yang benar sehingga kita bisa mengambil faidah yang banyak dari apa yang kita pelajari? Saya pun termasuk golongan tersebut. Hingga suatu ketika saya melihat seorang tholib yang membawa kitab tipis berjudul “Yaa Thalibal ‘Ilmi, Kaifa Tahfazhu? Kaifa Taqra-u? Kaifa Tafhamu?karya Syaikh Abdul Aziz As Sadhan hafizhahullah.

Saya pun membaca daftar isi dan isinya sekilas. Lalu –walhamdu lillah- saya langsung terkesan dengan kitab tersebut. Setelah sampai kamar, langsung saya cari di internet  dan diunduh lalu di print, kira-kira hanya 60 halaman. Tapi masya Allah isinya cukup memberi saya semangat untuk belajar dengan benar dan banyak faidah lain yang saya dapatkan. Karena pembahasannya bagus dan tidak membosankan, tidak perlu waktu seminggu untuk selesai membacanya.

Dan saya ringkaskan di sini –dengan penyesuaian bahasa dan beberapa tambahan- apa yang ada di kitab tersebut mengenai metode belajar menurut para ulama agar manfaatnya lebih meluas. Saya juga termasuk yang baru mencoba menerapkan tips-tips yang ada di kitab tersebut setelah selesai membacanya. Mudah-mudahan ringkasan ini bermanfaat terutama untuk diri saya pribadi dan bagi mereka yang ingin mengambil faidah dari kitab ini pada umumnya.

PEMBAHASAN I : BEBERAPA HAL YANG HARUS DILAKUKAN PENUNTUT ILMU

  • Berdo’a

Seorang penuntut ilmu termasuk orang yang paling membutuhkan do’a. Do’a –dengan karunia dari Allah, dapat membuka sesuatu yang sebelumnya tertutup, mendekatkan yang jauh, menyatukan yang terpisah, dan memudahkan yang sulit. Lihatlah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, beliau banyak berdo’a dengan do’a,

اللهم يا معلم ادم و إبراهيم علمني, و يا مفهم سليمان فهمني

Ya Allah, Yang Mengajari Adam dan Ibrahim, ajarilah aku… Wahai Rabb Yang Memberikan kepahaman pada Sulaiman, berikanlah kepahaman padaku” (dinukil dari Hilyah Thalibil ‘Ilmi karya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah hal. 59)

Maka langkah awal ‘menjadi’ Syaikhul Islam adalah dengan banyak berdo’a kepada Allah agar diberikan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan dalam menuntut ilmu.

  • Niat yang ikhlash

Wajib bagi penuntut ilmu untuk menjadikan tujuan dan niat dia menuntut ilmu adalah ridho Allah Ta’ala semata, bukan kedudukan, wanita, atau keinginan dunia lainnya. Wajib baginya memurnikan niatnya hanya untuk Allah Ta’ala semata, dan berjuang dalam hal itu. Jika setan berusaha untuk memalingkan niatnya, maka tidak boleh tidak dia harus senantiasa berjihad melawan setan untuk meluruskan niatnya. Maka jihadnya itu termasuk ibadah dan jihad fii sabilillah.

  • Menjauhi maksiat

Hendaklah seorang penuntut ilmu menjadi orang yang paling semangat meninggalkan maksiat dan tidak mendekatinya.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

Sungguh aku melihat seseorang melupakan ilmunya adalah karena maksiat yang ia kerjakan” (Lihat Al Jaami’ li Akhlaqir Rawi wa Adaabis Saami’, dinukil dari Yaa Thaalibal ‘Ilmi hal. 8)

Ali bin Khasyram rahimahullah berkata,

“Aku melihat Waki’ bin Al Jarrah tidak membawa kitab. Dan ia menghafal apa yang tidak kami hafal. Akupun heran dengan hal itu.

Maka akupun bertanya padanya, aku berkata : ‘Engkau tidak membawa kitab dan engkau tidak menulis di atas kertas dengan pena, tetapi engkau menghafal lebih banyak dari kami?’

Waki’ menjawab dengan berbisik di telinga Ali : ‘Hai Ali, jika aku menunjukkan obatnya lupa, apakah engkau akan mengamalkannya?’ Aku jawab : ‘Tentu, demi Allah’. Waki’ pun berkata :

(obatnya adalah) meninggalkan maksiat. Demi Allah, tidaklah aku melihat hal yang paling bermanfaat untuk menjaga hafalan dibanding dengan meninggalkan maksiat” (Lihat Siyaar A’laamin Nubalaa, dinukil dari Yaa Thaalibal ‘ilmi hal. 8)

  • Membaca sejarah para ulama

Ini termasuk perkara yang paling bermanfaat. Bacalah kitab-kitab biografi para ulama hadits dan selain mereka, engkau akan lihat hal yang menakjubkan, seperti mimpi. Ada ulama yang tidak makan kecuali dengan disuapi saudarinya selama 50 tahun karena tangannya sibuk menulis hadits. Ada juga ulama yang berjalan kaki ke berbagai belahan dunia untuk mencari 1 hadits saja. Dan yang lainnya. Maka bacalah buku-buku seperti itu untuk meningkatkan semangat kita dalam menuntut ilmu. Buku yang dianjurkan adalah “Tadzkiratul Huffazh” dan “Siyaar A’laamin Nubalaa”, keduanya karya Imam Adz Dzahabi rahimahullah.

  • Membaca beberapa buku adab menuntut ilmu

Kitab-kitab seperti itu memang ditujukan untuk para penuntut ilmu agar mereka tahu bagaimana beradab dengan adab penuntut ilmu ketika menghadiri majlis, adab ketika di hadapan syaikhnya/ustadznya, adab dengan temannya, bagaimana cara mengajari orang yang tidak tahu, bagaimana etika bergaul dengan keluarganya, dan seterusnya. Buku yang dianjurkan adalah “Al Jaami’ li Akhlaqir Rawi wa Adaabis Saami’ ” karya Al Khatib Al Baghdadi dan juga “Tadzkiratus Saami’ wal Mutakallim” karya Ibnu Jama’ah Al Kinani rahimahumallah. Atau yang lainnya.

  • Bergaul dengan orang yang punya kelebihan dalam hafalan, pemahaman, dan bacaan

Bergaullah dengan orang yang memiliki semangat dalam menuntut ilmu. Teman-teman kita berbeda-beda tingkat perhatiannya terhadap ilmu baik hafalan, pemahaman, bacaan, penjagaan terhadap waktu, semangat ibadah, dan adab perilaku mereka. Maka semangatlah untuk terus bergaul dengan orang yang bisa engkau petik faidah darinya baik dari ilmunya dan akhlaknya dan yang bisa menambah semangatmu untuk belajar.

  • Berjihad melawan diri sendiri dan tidak berputus asa

Sebagian penuntut ilmu sudah ‘mutung’ ketika baru sampai tahapan pertama belajarnya. Tidaklah diragukan hal ini tidaklah sepantasnya ada pada diri seorang penuntut ilmu. Maka wajib bagimu untuk berjuang melawan dirimu. Allah berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Dan orang-orang yang berjuang untuk (mencari keridhoan) Kami, pasti akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami” (QS. Al ‘Ankabut : 69)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أفضل الجهاد أن يجاهد الرجل نفسه وهواه

Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad melawan dirinya dan nafsunya” (lihat Shahihul Jaami’, dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani)

Maka seseorang jika berjuang melawan dirinya dan pantang menyerah, maka dia akan melihat kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  • Perhatikan orang di sekelilingmu

Lihatlah orang-orang di sekelilingmu, terkadang ada orang yang lebih muda darimu tapi ilmunya lebih banyak. Ada juga orang yang lebih sedikit hartanya darimu tapi ilmunya lebih banyak darimu. Maka jika engkau memperhatikan kondisi mereka yang ilmunya lebih banyak darimu padahal engkau unggul dari segi umur dan harta dan semisalnya, sudah seharusnya hal tersebut membangkitkan semangatmu untuk menyamai mereka dalam hal ilmu.

  • Menyusun jadwal/waktu

Menyusun jadwal/waktu dan berusaha menjaga waktu termasuk sebab terbesar untuk mendapatkan ilmu. Maka seorang penuntut ilmu hendaknya menjadi orang yang paling pelit dengan waktu agar waktu tidak berlalu sia-sia saja. Alhamdulillah, waktu kita sebenarnya banyak, tetapi butuh untuk diatur. Kalau kita melihat sebagian masyayikh yang memiliki kesibukan yang sangat padat, kita bisa melihat bagusnya pengaturan waktu mereka. Mereka memberikan setiap sesuatu sesuai haknya masing-masing, tentunya dengan taufiq Allah Ta’ala kemudian dengan perhatian mereka terhadap waktu.

Bersambung insya Allah Ta’ala

Tag:

One response to “Cara Belajar Para Ulama (Edisi 1)”

  1. Tiyang Atmojo says :

    Salam kenal, terima kasih sudah menambah ilmu saya dengan tulisan anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: