Pengakuan (Al Iqrar)

Al muqarr (kewajiban yang diakui) ada 2 macam :

  1. Berkaitan dengan hak Allah Ta’ala[2]
  2. Berkaitan dengan hak manusia[3]

Jika berkaitan dengan hak Allah Ta’ala, maka seseorang bisa meralat pengakuannya tersebut.[4] Adapun jika berkaitan dengan hak manusia, maka dia tidak bisa meralat pengakuannya.[5]

Syarat sah iqrar ada 3 :

  1. Baligh
  2. Berakal
  3. Dengan keinginan sendiri/tidak dipaksa

Jika iqrar atau pengakuan ini berkaitan dengan harta, maka ada syarat tambahan : ar rusydu[6].

Jika seseorang melakukan iqrar untuk hal/benda yang tidak diketahui, maka orang yang mengaku tersebut ditanya dulu untuk menjelaskan seperti apa bendanya.

Dalam iqrar sah melakukan istitsna jika kalimatnya bersambung.

Iqrar ketika sedang sehat mupun sakit sama saja.

Tambahan faidah :

Terdapat sebuah kaidah dalam masalah iqrar ini :

الإقرار حجة قاصرة

Pengakuan adalah hujjah yang terbatas”

Yakni, pengakuan akan suatu hal hanya berlaku bagi yang mengaku saja, tidak bagi orang lain. Semisal ada yang mengaku : “Saya telah mencuri bersama 4 teman saya”. Maka pengakuan ini hanya berlaku bagi dirinya sendiri, adapun ke-4 temannya tidak bisa langsung divonis mencuri hanya dengan sekedar pengakuan orang tersebut. Wallahu a’lam.


[1] Iqrar(الإقرار ) adalah seseorang mengaku/memberitahu bahwa diirnya memiliki kewajiban

[2] Yakni yang murni hal tersebut adalah hak Allah semata, semisal hukum had bagi pezina, orang yang meminum khamr, atau pencuri.

Jika ada seseorang yang mengaku telah mencuri, kemudian ia meralat pengakuannya tersebut, maka ia tidak dipotong tangannya (karena potong tangan/had adalah hak Allah) tetapi ia tetap wajib mengganti harta pemilik yang ia curi (karena ini adalah hak sesama manusia)

[3] Yakni yang murni hak manusia maupun ada di dalamnya hak Allah dan hak manusia seperti zakat dan kafarah

[4] Dalilnya adalah ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menawarkan Ma’iz radhiyallahu ‘anhu yang telah mengaku berzina untuk meralat kembali pengakuannya tersebut dengan berkata kepadanya : “Mungkin engkau hanya menciumnya, atau hanya menyentuhnya, atau hanya melihatnya, atau engkau terkena penyakit gila?” (Muhaqqiq kitab mengatakan diriwayatkan oleh Al Khamsah, yakni Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i)

[5] Perbedaan antara hak Allah dengan hak manusia adalah :

حق الله الكريم مبني على المماسحة, بخلاف الأدمي فإن حقه مبني على المشاححة

“Hak Allah Al Kariim dibangun di atas prinsip kelonggaran, berbeda dengan hak makhluk yang dibangun di atas prinsip kekikiran”

[6] Ar Rusyd adalah baiknya agama seseorang dan mampu menjaga harta (dengan tidak menyia-nyiakan harta semisal kalau bertransaksi rugi terus atau dengan membelanjakannya untuk yang haram)

2 responses to “Pengakuan (Al Iqrar)”

  1. Bono says :

    assalamu’alaikum , saya mau tanya , dulu saya bersama teman-teman saya pernah masuk ke sebuah ormas islam dan ternyata oleh pimpinannya kami disuruh untuk berikrar yang isinya supaya terikat dengan ormas tersebut dan menyetujui beberapa hal lainnya yang memerintahkan kepada yang hak/benar, namun pada saat pembacaan ikrar yang dilakukan secara bersama-sama tersebut , hati saya sebenarnya tidak ingin ( tidak ridho) karena takut tidak bisa memegang janji/ikrar tersebut dan juga lafaz yang saya ucapkan hanya sebagian kecil / tidak semuanya, yang ingin saya tanyakan apakah ikrar saya tersebut sah atau tidak , terimaksih , waassalam.

    • Abu Ishaq Al 'Ashri says :

      Wa’alaykumussalam. Sepertinya antum salah paham istilah ‘iqrar’ di atas. Iqrar di tulisan di atas tidak sama dengan ‘ikrar’ yang antum maksud. Iqrar di atas adalah pengakuan seseorang terhadap suatu hal terkait kewajibannya kepada orang lain. Adapun ikrar yang antum sebutkan yang berarti ‘janji setia’ sampai disuruh oleh pimpinan ormas tersebut supaya berikrar untuk terikat dengan ormas tersebut, maka ini mengarah kepada fanatisme kelompok atau hizbiyyah yang tercela. Allahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: