Kongsi Dagang (Asy Syarikah) Dalam Islam[1]

Kerja sama perdagangan atau yang dikenal dengan istilah asy syarikah(الشركة ) ada 5 syarat :

  1. Modalnya harus sama-sama mata uang baik dinar maupun dirham[2]
  2. Keduanya sama dalam  jenisnya
  3. Modal kedua belah pihak digabung jadi satu
  4. Masing-masing pihak saling mengizinkan rekanannya untuk mengolah modal mereka
  5. Untung dan rugi ditanggung bersama sesuai persentase modal yang dikucurkan masing-masing pihak[3]

Dalam syarikah ini, masing-masing pihak boleh membatalkan kerja sama yang telah disepakati kapan pun ia mau[4]. Adapun jika salah seorang dari keduanya meninggal atau gila ketika kerja sama sudah berjalan, maka otomatis kerja sama syarikah mereka batal.

Sumber : Matnul Ghaayah wat Taqriib atau yang dikenal dengan Matan Abi Syuja’ karya  Al Qadhi Abu Syuja’ Ahmad ibnul Husain bin Ahmad Al Ashfahany rahimahullahu yang dita’liq dan ditahqiq oleh Majid Al Hamawy hal.168-169, Dar Ibnu Hazm cetakan ke-4 tahun 1424 H.


[1] Dalam blog ini saya hanya bertujuan memuroja’ah pelajaran yang saya dapatkan. Jadi hanya menggunakan rujukan kitab yang dibahas saja. Metode saya di sini yakni menuliskan matan kitab, kemudian jika ada pendapat penulis matan yang lemah, maka akan saya beri catatan kaki dan menyampaikan pendapat yang kuat baik kuat menurut penta’liq maupun menurut guru saya, Ustadz Aris Munandar hafizhahullah

[2] Penta’liq mengatakan : Hadzasy syarthu ghairu mu’tamad (Ini adalah pendapat yang lemah). Yang kuat adalah sah jika modal berupa barang al mitsliyyi, yakni barang yang jika dicampur dengan sejenisnya, maka sudah tidak bisa dibedakan lagi. Contoh : beras. Kalau beras kita dicampur dengan beras lain, maka kita sudah tidak bisa membedakan lagi mana bulir-bulir beras milik kita.

Berbeda dengan barang mutaqowwam, yakni barang yang masih bisa dibedakan ketika sudah dicampur dengan yang sejenis. Contoh : baju. Jika baju kita dicampur dengan baju lain yang bahannya sama, maka kita masih bisa membedakan mana baju milik kita dengan ciri yang sudah kita kenal.

Intinya : syarikah (kerja sama dagang) modalnya tidak harus uang, boleh berupa barang dengan syarat barangnya dinilai dulu dengan uang.

[3] Menurut muhaqqiq, sama saja apakah kerja keduanya sama atau ada yang kerjanya lebih berat karena untung dan rugi adalah buah dari modal, jadi yang dilihat modalnya. Contoh : modal Ali 60% dan Ja’far 40%. Maka untung dan ruginya sesuai, untuk Ali 60% dan untuk Ja’far 40%.

Jika keduanya mensyaratkan ketika hendak melakukan kerja sama dagang atau syarikah adanya tambahan bagian keuntungan bagi yang kerjanya lebih banyak, maka akad syarikahnya menjadi rusak. Tapi pendapat ini juga lemah.

Pendapat yang kuat adalah syarikah tetap sah walaupun ada perbedaan besar modal yang dikeluarkan tetapi keuntungannya dibagi rata atau sebaliknya, modalnya sama tapi keuntungan tidak dibagi rata. Tetapi, kerugian tetap ditanggung sesuai besar persentase modal yang dikucurkan masing-masing pihak. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah rahimahullah. Karena boleh-boleh saja orang merelakan haknya untuk orang lain. Wallahu a’lam.

[4] Karena syarikah termasuk akad untuk tolong-menolong sehingga termasuk ‘aqdun jaa-izun, yakni akad yang boleh dibatalkan kapan saja. Karena ditinjau dari pembatalannya, akad terbagi 2, jaa-iz dan laazim. Akad jaa-iz seperti di atas, sedangkan akad laazim adalah akad yang tidak bisa dibatalkan.

Contoh akad jaa-iz : syarikah dan meminjamkan barang pada orang lain.

Contoh akad laazim : jual-beli setelah penjual dan pembeli berpisah.

Tapi akad jaa-iz boleh dibatalkan dengan syarat tidak merugikan salah satu pihak. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لا ضرر و لا ضرار

“Tidak boleh berbuat bahaya dan membalas dengan sesuatu yang lebih berbahaya” (HR. Ibnu Majah, Ad Daruquthni, Malik dalam Muwaththo’. Dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa-ul Ghalil no. 896)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: