Larangan Mencela Waktu dan Berkata “Haram Bagimu Berbuat Ini!”

Kaum muslimin yang semoga dirahmat Allah, ketahuilah, diantara hal yang dilarang dalam Islam adalah mencela waktu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عز و جل : يؤذيني ابَنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ بِيَدِي الأمر أقلب اللَّيْل وَالنَّهَار

“Allah berfirman : “Anak Adam menyakiti-Ku dengan mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, di tangan-Ku lah waktu dan Aku bolak-balikkan siang dan malam” [HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Malik]

Dalam riwayat Imam Ahmad :

لَا تَسُبُّوا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ أَنَا الدَّهْرُ الْأَيَّامُ وَاللَّيَالِي لِي أُجَدِّدُهَا وَأُبْلِيهَا وَآتِي و أبليها بِمُلُوكٍ بَعْدَ مُلُوكٍ

“Janganlah kalian mencela waktu, karena sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman; ‘Aku adalah (pengatur) waktu, siang dan malam adalah milik-Ku, Aku perbaharui dan Aku pergilirkan, dan Aku datangkan para raja setelah para raja.” [HR. Ahmad. Ibnu Hajar berkata “sanadnya shahih” (Fathul Bari, 10/581)]

Diantara kebiasaan jahiliyyah adalah mereka hobi mencela waktu jika ditimpa musibah. Dan parahnya lagi, sebagian umat di zaman ini –Alhamdulillah sedikit- mereka memiliki sifat-sifat seperti orang jahiliyyah. Engkau jumpai apabila mereka tertimpa suatu musibah, maka mereka mencela waktu. Padahal dalam hadits di atas terdapat larangan mencela waktu. Sebab terlarangnya yaitu karena mencela waktu sama dengan mencela Sang Pencipta waktu, Sang Pengatur waktu, dan Yang Menggilirkan waktu, yakni Allah Ta’ala. Maka kita dilarang mencela waktu supaya kita tidak terjatuh kepada perkara yang lebih berat lagi, yakni mencela Sang Pencipta waktu, yakni Allah ‘Azza wa Jalla.

Pertanyaan : Apakah ucapan “Hari ini kering/panas” atau “Waktu itu berkhianat” atau “Betapa sialnya waktu yang aku melihat engkau ada di dalamnya” termasuk mencela waktu?

Jawab :

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullahu berkata “Kalimat yang diucapkan oleh si penanya ini (“Hari ini kering/panas”-ed) tidak keluar dari dua hal :

1.       Jika kalimat tersebut bertujuan mencela waktu maka hukumnya haram. Tidak boleh mengucapkannya karena apa yang terjadi dalam waktu tersebut adalah ketentuan Allah, maka barangsiapa yang mencela waktu maka hakikatnya ia juga mencela Allah. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi :

يؤذيني ابَنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ بِيَدِي الأمر أقلب اللَّيْل وَالنَّهَار

“Anak Adam menyakiti-Ku dengan mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, di tangan-Ku lah waktu dan Aku bolak-balikkan siang dan malam” [HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Malik]

2. Jika maksud perkataanya tersebut hanya menceritakan/mengabarkan kondisi tersebut, maka hukumnya tidak mengapa. Contohnya adalah perkataan Luth ‘alaihissalam :

وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ

“Ini adalah hari yang amat sulit” (QS. Hud : 77)

Dan manusia sering mengucapkan kata-kata seperti ini dalam rangka mengabarkan kondisi di saat tersebut dan hal ini tidak mengapa.

Adapun ucapan : Waktu itu berkhianat” maka ini termasuk celaan terhadap waktu karena sifat khianat adalah sifat yang tercela sehingga tidak boleh mengucapkan kata-kata seperti ini.

Adapun ucapan : “Betapa sialnya waktu yang aku melihat engkau ada di dalamnya” perlu dirinci.

–          Jika yang dimaksud adalah “Betapa sialnya aku” maka tidak mengapa dan kalimat tersebut bukanlah celaan terhadap waktu

–          Jika yang dimaksud adalah waktu atau hari, maka ini termasuk celaan kepada waktu tersebut sehingga tidak boleh mengucapkannya (Lihat Fatawa Al ‘Aqidah hal. 614-615)

Larangan mengatakan “Haram bagimu berbuat ini!”

Ketahuilah ikhwah, tidaklah boleh kita mengharamkan sesuatu yang tidak Allah dan Rasul-Nya haramkan. Karena mensifatkan sesuatu yang asalnya tidak haram dengan kata ‘haram’ –walaupun niatnya tidak bermaksud demikian- termasuk melampaui batas terhadap ke rububiyyahan Allah Ta’ala. Dan hal ini bisa menyebabkan kesalah pahaman bagi orang lain yang bisa saja menduga jika sesuatu yang orang katakan itu haram, maka dia mengira Allah dan Rasul-Nya memang mengharamkan perbuatan tersebut. Dalam Islam, kata-kata seperti ini harus dijauhi oleh seseorang karena ditakutkan masuk ke dalam ancaman yang ada dalam Al Qur’an :

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung” (QS. An Nahl : 116)

Imam Asy Syaukani rahimahullahu berkata : “Makna ayat ini adalah : Janganlah kalian mengaramkan dan menghalalkan sesuatu dengan lisan-lisan kalian tanpa hujjah (dalil)

Sedikit penjelasan tambahan dari Ustadz Aris Munandar hafizhahullahu :

Larangan berkata “Haram bagimu berbuat ini” berlaku juga untuk kata wajib. Misalnya : “Wajib datang di acara ini! Haram ngga datang!” atau semisalnya perlu dirinci :

–          Jika yang dimaksud adalah makna secara bahasa, maka ini tidak mengapa di mana secara bahasa kita, wajib berarti harus dan haram berarti tidak boleh.

Contoh :

Placement Test bersifat wajib bagi yang ingin masuk kelas Menengah dan Lanjutan.

Maka kata ‘wajib’ di sini maksudnya adalah wajib secara bahasa, yakni harus ikut Placement Test karena itu adalah syarat masuk kelas Menengah atau Lanjutan.

Akan tetapi, sebaiknya dijelaskan bahwa maksud kata wajib di sini adalah secara bahasa, yakni harus.

–          Jika yang dimaksud adalah makna wajib atau haram secara istilah di mana hal ini terkait dengan pahala atau hukuman jika perbuatan tersebut dilakukan, maka inilah yang terlarang.

و الله تعالى أعلم

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: