Pentingnya Sanad Dalam Agama

Isnad[1] adalah sebuah kekhususan yang utama yang dimiliki oleh umat Muhammad ini. Dan umat yang lain yang terdahulu tidak memiliki keistimewaan ini karena isnad memiliki nilai yang besar di dalam agama Allah ‘Azza wa Jalla ini. Oleh karena itulah, umat Islam dinamakan sebagai “Ummatul isnad (أمة الاسناد)”.

Pembahasan dalam masalah isnad adalah tiang-tiang pokok yang penting di dalam ilmu hadits dalam rangka tercapainya tujuan utama dan kepentingan yang dicari dalam pembahasan masalah ini, yaitu membedakan mana hadits yang diterima dan mana hadits yang tertolak.

Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu :

“الاسناد سلاح المؤمن. فإذا لم يكن معه سلاح, فبأي شيء يقاتل؟”

“Isnad adalah senjatanya seorang mukmin. Seandainya dia tidak punya senjata, dengan apa dia akan berperang?”[2]

Abdullah Ibnul Mubarok rahimahullahu berkata:

“الاسناد عندى من الدين. لو لا السناد, لقال من شاء ما شاء”

“Isnad menurutku adalah bagian dari agama. Seandainya tidak ada isnad, maka setiap orang akan berkata apa yang dia mau”[3]

Berkata Muhammad bin Sirin rahimahullahu :

كانوا في الزمن الاول لا يسألون عن الاسناد. فلما وقعت الفتنة, سألوا عن الاسناد لكي يأخذوا حديث أهل السنة و يدعوا حديث أهل البدع

“Dahulu pada zaman shahabat, mereka tidak menanyakan tentang isnad. Ketika mulai terjadi fitnah, mereka menanyakan isnad supaya mereka hanya mengambil hadits dari ahlus sunnah dan meninggalkan hadits ahlul bid’ah”[4]

Oleh karena itu, para muhaddits memberikan perhatian dalam masalah isnad ini dengan meneliti isnad-isnad hadits dan membahasnya karena penelitian tersebut sangat penting sekali untuk ‘membersihkan’ matan hadits dan mengkritisinya karena tidak mungkin bisa sampai kepada matan hadits kecuali dengan jalan membahas masalah isnad.

Sungguh ulama ahli hadits telah memberikan puncak kesungguhan dalam meneliti isnad-isnad hadits dan mempelajarinya sampai-sampai mereka berpergian ke berbagai negeri dan berjalan ke tempat yang jauh supaya mereka bisa meneliti sanad hadits atau agar bisa membahas sanad yang perkaranya cukup rumit bagi mereka. Ini termasuk nikmat Allah Ta’ala yang paling besar kepada umat ini. Kita bersyukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat yang Dia berikan ini. Dan kita memohon ketetapan dalam al haq, dan taufiq agar Dia mendekatkan kita pada kebenaran dan meneguhkan kita untuk taat kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Waliyyun hamiidun.[5]

Imam An Nawawi rahimahullahu mengatakan: “Ilmu hadits adalah ilmu yang mulia. Sesuai dengan akhlaq yang mulia. Ia termasuk ilmu akhirat, bukan ilmu dunia. Barangsiapa yang diharamkan darinya, maka sungguh dia telah diharamkan dari kebaikan yang agung. Dan barangsiapa yang diberikan oleh Allah, maka sungguh dia telah mendapat keutamaan yang agung[6]

Itulah sekilas tentang pentingnya sanad dan keagungan dari ilmu hadits. Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Sumber : At Ta’liqaat Al Atsariyyah ’ala Al Manzhumah Al Baiquniyyah, Thaha bin Muhammad Al Baiquny, ta’liq : Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi Al Atsari, hal. 18-19, Dar Ibnul Jauzy


[1] Isnad -atau sanad- adalah rangkaian para perowi hadits yang menyambungkan rowi-rowi tersebut sampai kepada matan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

[2] Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam “Al Majruhin” (I/27)

[3] Dikeluarkan oleh Muslim dalam muqaddimah Shahihnya (I/12)

[4] Sunan At Tirmidzi, kitabul ‘ilal : 5/740

[5] Syarafu Ashhabil Hadits, Al Khotib Al Baghdadi dengan perubahan

[6] Al Irsyad (I/498)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: