Yahudi Berzina Dirajamkah Sesuai Islam?

الحديث الثامن و الاربعون بعد الثلاثمائة

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ : إَنَّ الْيَهُودَ جَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا لَهُ : أَنَّ امْرَأَةً مِنْهُمْ رَجُلًا وَ زَنَيَا.

فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “مَا تَجِدُونَ فِي التَّوْرَاةِ فِي شَأْنِ الرَّجْمِ” فَقَالُوا: نَفْضَحُهُمْ وَيُجْلَدُونَ

فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ: كَذَبْتُمْ إِنَّ فِيهَا آيَةَ الرَّجْمِ, فَأَتَوْا بِالتَّوْرَاةِ فَنَشَرُوهَا فَوَضَعَ أَحَدُهُمْ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ فَقَرَأَ مَا قَبْلَهَا وَمَا بَعْدَهَا

فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ: “ارْفَعْ يَدَكَ” فَرَفَعَ يَدَهُ فَإِذَا فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ

فَقَالَ: صَدَقَ يَا مُحَمَّدُ

فَأَمَرَ بِهِمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَا

قَالَ: فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يَجْنَأُ عَلَى الْمَرْأَةِ يَقِيهَا الْحِجَارَةَ

قَالَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: الَّذِى وَضَعَ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ هوَ عَبْدُ الله بنُ صُوريَا

dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa orang-orang Yahudi mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bercerita bahwa ada seorang wanita dari kalangan mereka dan seorang laki-laki berzina. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka; “Apa yang kalian dapatkan dalam Kitab Taurat tentang permasalahan hukum rajam?”. Mereka menjawab; “Kami mempermalukan (membeberkan aib) mereka dan mencambuk mereka”. Maka Abdullah bin Salam berkata; “Kalian berdusta. Sesungguhnya di dalam Kitab Taurat ada hukuman rajam. Coba bawa kemari kitab Taurat. Maka mereka membacanya saecara seksama lalu salah seorang diantara mereka meletakkan tangannya pada ayat rajam, dan dia hanya membaca ayat sebelum dan sesudahnya. Kemudian Abdullah bin Salam berkata; “Coba kamu angkat tanganmu”. Maka orang itu mengangkat tangannya, dan ternyata ada ayat tentang rajam hingga akhirnya mereka berkata; “Dia benar, wahai Muhammad. Di dalam Taurat ada ayat tentang rajam”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kedua orang yang berzina itu agar dirajam”. Abdullah bin ‘Umar berkata; “Dan kulihat laki-laki itu melindungi wanita tersebut agar terhindar dari lemparan batu”.[1]

Perowi berkata: “Orang yang meletakkan tangannya di atas ayat rajam adalah Abdullah bin Shuriyaa”

Gharib Hadits

  1. عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ : Beliau adalah Ibnul Harits Al Israily. Beliau masuk Islam ketika Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam datang ke Madinah dan termasuk shahabat yang dikabarkan akan masuk surga. Beliau adalah ulama Bani Israil tentang Taurat beserta hukum-hukumnya.
  2. يَجْنَأُ عَلَى الْمَرْأَةِ : dengan mem-fathah ya’, men-sukun jim, mem-fathah nun, dan setelahnya huruf hamzah. Maknanya mencondongkan badan ke wanita tersebut dan melindungi wanita tersebut (dari lemparan batu). Ibnu Faris berkata: “Hal itu (يَجْنَأ) adalah rasa kasih sayang terhadap sesuatu dan rasa belas kasihan terhadapnya”

Makna Umum Hadits

Seorang laki-laki yahudi telah berzina dengan wanita seorang wanita yahudi pada zaman Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam. Dan orang yahudi mereka mengetahui bahwasanya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah seorang nabi yang haq. Dan mereka mengetahui bahwasanya syariat Nabi kita datang dengan kemudahan dan kelonggaran. Maka orang-orang yahudi mendatangi Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam dengan membawa pasangan yang berzina tersebut untuk menghukum mereka berdua dengan hukum Nabi shallallahu’alayhi wa sallam dengan harapan mereka berdua mendapatkan hukuman yang lebih ringan daripada yang terdapat di dalam Taurat sehingga mereka punya alasan di sisi Allah mengapa hukum had yang terdapat di Taurat tidak dilakukan.

Akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam mengetahui hukuman bagi pezina yang sudah menikah di dalam Taurat, bisa saja dari wahyu ataupun dari ulama yahudi yang masuk Islam. Maka Nabi bertanya kepada orang-orang yahudi tersebut tentang masalah rajam di Taurat dalam rangka menantang dan menjelaskan kepada orang-orang yahudi tersebut bahwasanya hukum di dalam Al Qur’an dan hukum di dalam Taurat adalah sama dalam hal ini. Maka mereka berusaha melakukan tabdil (penggantian) dan perubahan terhadap hukum di Taurat sesuai kebiasaan mereka. Maka mereka berkata: “(hukumannya adalah) kami mempermalukan pezina dan mencambuknya”

Sementara Abdullah bin Salam – yang beliau mengetahui hukum di Taurat – yang berada di sana berkata: “Kalian berdusta! Di Taurat terdapat ayat tentang rajam!”. Maka mereka mengambil Taurat dan membukanya untuk membahas tentang hukum rajam. Maka Abdullah bin Shuriyaa meletakkan tangannya di atas ayat rajam dan menutupinya, lalu ia membaca ayat sebelum dan sesudah ayat rajam tersebut. Maka Abdullah bin Salam berkata: “Angkat tanganmu!”. Lalu dia mengangkat tangannya maka mereka mendapatkan ayat rajam di dalam Taurat sama seperti di dalam syariat Nabi Muhammad.

Maka Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam memerintahkan mereka berdua agar dirajam dalam rangka mengamalkan firman Allah Subhanahu  wa Ta’ala:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ

“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah” (Al Maidah : 49)

Karena laki-laki yahudi yang berzina tersebut cintanya sangat besar kepada pasangan zinanya, maka ia masih ingat kepada wanita tersebut dalam keadaan kesakitan saat dirajam sehingga ia melindungi wanita tersebut dari lemparan batu. Walaupun keduanya akhirnya tetap tewas.

Pelajaran yang bisa dipetik dari hadits

  1. Kafir dzimmi yang berzina wajib dikenakan hukuman had. Dan penegakan hukum had kepada mereka adalah pada perkara-perkara yang mereka yakini bahwa hal itu adalah haram.
  2. Keislaman seseorang bukanlah syarat melekatnya status muhshon ((محصن pada seseorang. Ini adalah madzhab Imam Syafi’I dan Imam Ahmad. Maka jika ada orang kafir yang telah menikah yang secara syariatnya telah sah kemudian telah berhubungan suami-istri, maka statusnya adalah muhshon. Maka berlakulah hukum Islam kepadanya untuk muhshon tersebut, jika mereka melaporkan perbuatannya kepada kaum muslimin.
  3. Sesungguhnya syariat Nabi Muhammad adalah hakim bagi syariat-syariat lain sebelum syariat ini dan juga sebagai penghapus syariat-syariat lain. Adapun pertanyaan Nabi mengenai hukum rajam di dalam Taurat adalah untuk menegakkan hujjah atas orang-orang yahudi tersebut yang berasal dari kitab mereka sendiri di mana orang-orang yahudi tersebut mengingkari adanya ayat rajam di dalam Taurat. Dan juga untuk menjelaskan kepada mereka bahwasanya kutubullahu  Ta’ala bersesuaian dalam hal ini selamanya, yang di dalamnya terdapat hukuman untuk membuat jera orang-orang yang berbuat kerusakan.
  4. Hukuman had bagi orang yang telah menikah dan telah berhubungan badan (muhshon) yang berzina adalah dirajam sampai mati.
  5. Kaum yahudi adalah ahlu taghyir dan ahlu tabdil terhadap kitabullah yang Allah turunkan kepada mereka karena mengikuti hawa nafsu mereka, tujuan-tujuan mereka, dan karena kecenderungan mereka kepada materi.
  6. Sesungguhnya orang kafir terikat dengan hukum-hukum fikih dan mereka dihukum jika melanggar.

Penjelasan tambahan oleh Ust. Aris Munandar, S.S

  1. Pengertian محصن (muhshon) adalah baligh, telah menikah, dan telah berhubungan badan
  2. Maksud dari mengganti hukum Allah (تبديل حكم الله) sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnul Arobi Al Maliki di dalam Ahkamul Qur’an adalah mengganti hukum Allah dan mengklaim bahwa hukum yang baru tersebut adalah berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala
  3. Hadits di atas menunjukkan bahwa kalimat di Taurat juga disebut ‘ayat’
  4. Barangsiapa yang mengetahui ada perkataan yang tidak benar dari seseorang, disyariatkan untuk menyebutkan yang benar sebagaimana perbuatan Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu
  5. Rajam yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam tidak dilakukan dengan memendam pezina sampai dada, tetapi dilakukan dengan berdiri

[1] Diriwayatkan oleh Bukhari [no. 4556 bab Tafsir, no. 6841 bab Hudud], Muslim no. 1699 bab Hudud, Abu Dawud no. 4446 bab Hudud, dan Ad Darimy [179, 2/178] bab Hudud

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: