Menumbuhkan Buah Ilmu (2) : Buah Ilmu Adalah Amal

Buah Ilmu Adalah Amal

Al Khātib Al Baghdadi rāhimahullāhmengatakan,

فإن العلم شجرة, و العمل ثمرة. و ليس يعدّ عالما من لم يكن بعلمه عاملا

“Sesungguhnya ilmu adalah pohon, sedangkan amal adalah buahnya. orang yang tidak mengamalkan ilmunya tidaklah dianggap sebagai orang yang berilmu” (Iqtidhā-ul ‘Ilmi Al ‘Amal, hal. 18)

‘Abdullah Ibnul Mu’tazzi rāhimahullāhmengatakan,

علم بلا عمل كشجرة بلا ثمرة

“Ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah”

Seorang Hamba Akan Ditanya Tentang Ilmunya

Dari Abu Barzah Al Aslami rādhiyallāhu ‘anhu, Nabi shāllallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أربع – و ذكر منها عليه الصلاة و السلام- : عن علمه ما ذا عمل به

“Telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak hingga ia ditanya tentang empat hal : (salah satunya adalah) tentang ilmunya, apa yang sudah dia amalkan dari ilmunya tersebut?” (HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar : “hadits hasan shāhih”)

Abu Darda’ rādhiyallāhu ‘anhu mengatakan,

إنما أخشى يوم القيامة أن يناديني ربي على رؤوس الخلائق,فيقول : يا عويمر! ما ذا عملت فيما علمت؟

“Sesungguhnya yang aku takutkan hanyalah ketika Rābb-ku memanggilku di hadapan seluruh manusia di hari kiamat kelak, kemudian Dia bertanya : ‘Wahai ‘Uwaimir (Abu Darda’), apa yang telah kamu amalkan dari ilmumu?” Baca Lanjutannya…

Menumbuhkan Buah Ilmu (1) : Kedudukan Ilmu Dan Orang Berilmu

Keutamaan Ilmu dan Orang Yang Berilmu

Tidaklah samar bagi seorang muslim bahwasanya ilmu memiliki kedudukan yang agung dan tinggi di dalam agama. Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan seorang hamba menuju Rabb-nya. Tidaklah mungkin syari’at Islam ditegakkan dan penghambaan seseorang kepada Rābb-nya –dimana untuk tujuan inilah seorang hamba tercipta di dunia- terwujud kecuali dengan ilmu.  Oleh karena itulah, Allāh Subhānahu wa Ta’ala berfirman,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Maka ilmuilah (ketahuilah) bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allāh, dan mohon ampunlah kepada-Nya dari dosamu serta untuk kaum mukminin dan mukminat” (QS. Muhammad : 19)

Maka di dalam ayat yang mulia ini, Allāh memulainya dengan ilmu terlebih dahulu sebelum menyebutkan sebuah kalimat yang menjadi kunci surga, yakni kalimat tauhid laa ilaaha illallāh. Baca Lanjutannya…

Seputar Hadits Qudsi

Pengertian Hadits Qudsi

Hadits qudsi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Para ulama sepakat bahwa hadits qudsi bukanlah Al Qur’an meskipun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meriwayatkannya langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bentuk Periwayatan Hadits Qudsi

Para perawi hadits qudsi ketika meriwayatkan hadits qudsi, memiliki dua model/bentuk kalimat periwayatan, yaitu :

  • قال رسول الله فيما يرويه عن ربه عز و جلّ

“Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Rabb-nya ‘Azza wa Jalla…”

  • قال الله ثعالى فيما رواه عنه ؤسوله

“Allah Ta’ala berfirman dalam hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah dari-Nya…”

Jumlah Hadits Qudsi

Jumlah hadits qudsi jika dibandingkan dengan hadits Nabi lainnya tidaklah banyak. Baca Lanjutannya…

Ahli Bid’ah Yang Mendapat Pahala Atas Niat Baiknya

Perbuatan bid’ah adalah perbuatan yang tercela di dalam Islam dan termasuk perbuatan yang membatalkan konsekuensi syahadat Muhammad adalah Rasulullah. Para salaf telah memberikan teguran dan sikap keras terhadap pelaku kebid’ahan. Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa tidak semua orang yang berbuat bid’ah harus kita sikapi dengan keras semua. Ini sesuatu yang tidak tepat. Ada sebagian ahli bid’ah yang memang belum tahu bahwa perbuatan yang ia lakukan adalah sesuatu yang tidak ada contohnya dan menyelisihi sunnah Nabi. Mereka ini bisa jadi malah mendapat pahala atas niat baik mereka. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah memberikan penjelasan menarik seputar ahli bid’ah jenis ini di dalam kitab beliau Al Qaulul Mufiid ‘alaa Kitaab At Tauhid. Baca Lanjutannya…

Nasihat Imam Syafi’i Kepada Para Pemuda

Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’I rahimahullahu Ta’ala memberikan nasihat yang sangat indah untuk saya, anda, dan semua pemuda muslim seluruhnya dalam salah satu sya’ir beliau : Baca Lanjutannya…

Jangan Bersedih, Jangan Berputus Asa Dari Rahmat-Nya…

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang di tangan-Nya segala perkara. Dia-lah yang membuat manusia tertawa dan menangis. Dan Dia-lah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, manusia terbaik yang telah menghadapi berbagai macam ujian yang menyedihkan hati dengan penuh kesabaran dan keimanan kepada Rabb semesta alam, dan juga kepada keluarga beliau, shahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari kiamat.

Na’am –saudaraku seiman yang semoga dirahmati Allah-, memang sebuah hal yang sudah diketahui bahwa manusia akan terus merasakan dua hal dalam hidupnya, kesedihan maupun kegembiraan. Kedua kondisi ini senantiasa menyertai seorang manusia mulai dari kecil hingga ajal menjemputnya. Akan tetapi, seorang muslim adalah seorang yang memiliki prinsip dan keyakinan teguh bahwasanya segala perkara ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah prinsip seorang muslim yang harus tertanam dalam dada-dada mereka. Baca Lanjutannya…

Wanita Cari Jodoh di Koran

Al Lajnah Ad Daa-imah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Iftaa (Komisi Tetap Riset dan Fatwa) Saudi Arabia ditanya :

Bagaimana hukumnya seorang wanita mengumumkan dirinya (sedang mencari jodoh) di koran dan majalah dengan menyebutkan beberapa sifatnya (fisik/non-fisik) kepada orang yang ingin melamar dan menikahinya?

Jawaban Lajnah Daa-imah : Baca Lanjutannya…

Hukum Takut Kepada Jin

Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkholi hafizhahullah ditanya : Apakah takut kepada jin termasuk rasa takut yang alami atau tidak?

Beliau hafizhahullah menjawab :

Takut kepada jin, jika takutnya termasuk khouf sirri[1] dimana ia meyakini bahwa jin tersebut dapat memberi manfaat dan bahaya, maka rasa takut di sini termasuk kesyirikan.

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungankepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”[2] Baca Lanjutannya…

Li’an dan Akibat Buruk Perselingkuhan

Sesungguhnya ketika dua insan mengikat sebuah tali pernikahan, maka keduanya telah berjanji agar setia kepada pasangannya di kala senang dan sedih, lapang dan susah hingga akhir hayat. Namun terkadang setan pandai menggelincirkan seseorang sehingga orang tersebut merusak ikatan yang telah ia jalin bersama pasangannya dan melupakan janji setia tersebut. Kemudian mulailah muncul berbagai macam prahara dalam rumah tangganya hingga mencapai suatu level dimana kedua belah pihak sudah tidak mungkin bersatu kembali, bahkan keduanya harus melakukan sumpah di hadapan hakim bahwa pasangannya telah berzina dengan orang lain. Inilah li’an. Baca Lanjutannya…

Gerakan Yang Membatalkan Shalat (2)

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga beliau, shahabat beliau, dan semua yang mengikuti cara beragama mereka dengan baik.

Telah kita lalui pembahasan mengenai syarat-syarat gerakan yang dapat membatalkan shalat. Kemudian muncul pertanyaan, jika seseorang melakukan sedikit gerakan di luar gerakan shalat, apakah membatalkan shalatnya? Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: